Cobaan di Qatar

BeRiTa FoTo, CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, QataR, seRba seRbi

Aku benar sudah kalap, sakit hati dan muak. Yang tadinya aku malu untuk menceritakannya di blog ku sendiri, akhirnya aku putuskan kalau cerita ini wajib di posting dan diabadikan di sini.

Karena hari ini di tempat kerja, satu kolegaku bilang begini, “Pembantu ku dirumah juga orang Indonesia!!”

What? Maksud loe? Perasaan gw ga nanya deeeeh. Kam***t!!!!

Mungkin untuk sebagian orang Indonesia, untuk tinggal dan bekerja di Qatar adalah sebuah impian dan cita2. Berbeda dengan ku yang merasa tidak betah untuk berlama2 dan melanjutkan perjuangan hidu di negara ini.

RASIS

Entah mau menyalahkan siapa, tetapi yang aku alami adalah sebuah proses penindasan harkat martabat harga diriku sebagai wanita INDONESIA yg berwajah sangat INDONESIA. Yah aku cinta Indonesia, tapiiiiiiiiiiiiiiii

Nih ada cerita lain

Suatu hari aku dan Nadine pergi ke mall Villagio berdua saja. Suamiku kebetulan pergi menyalurkan hobby gilanya, yaitu memancing. Kenapa aku bilang gila??? Karena hanya orang2 gila yang pergi mancing di cuaca 44 derajat celcius. Heheheh

Ketika saat makan siang, seperti biasa aku dan Nadine kabur ke Monggolian’s Grill. Yang menurutku mantap!! Seporsi cukup untuk kami berdua. Porsi JUMBO! Saat mengantri, sekalian memilih2 topping di buffet, seperti biasa Nadine buat kenalan. Dia pegang2 mie pakai tangannya, pastinya spontan aku mengingatkan dia, kalau itu kelakuan tidak benar. Karena mendengar aku berbicara dengan Nadine, menggunakan bahasa Arab, seketika Ibu2 Arab dibelakangku berbicara dengan suara sedikit berbisik

Translate dr bahasa Arab

Ibu 1: Hebat yah bahasa Arabnya sudah fasih banget

Aku: *dalam hati* … pasti lagi ngomongin gw niy … masang telinga lebih serius lagi.

Ibu 2: Yah jelas, pembantu2 disini kan semua sudah di training lebih dulu. Lagian, yang namanya serumah dgn orang Arab, mau ga mau lancar lah bahasa Arabnya.

Aku: *dalam hati* kaget, gerem, nyaris pingsan, gara2 disangka pembantunya Nadine ..  hny bisa ngurut dada, percuma jg mau diajak berantem. Padahal saat itu aku lagi rapi, pakai long dress dan high heels loh

Well, cerita diatas baru salah satu yang pernah aku alami. Sudah 4 kali aku disangka PEMBANTU nya anak sendiri :((  nasib deeeegh. Ntar kapan2 degh cerita yang lain aku posting juga disini

Seorang wanita asia yang menikah dengan orang Arab dan tinggal di negara Arab adalah suatu cobaan BESAR yang harus dihadapi. Sejauh ini, Alhamdulillah.. kehidupan rumah tangga ku baik2 saja. Bersyukur mempunyai suami yang penuh tanggung jawab dan mencintai keuarganya

Tapiiiiiiiiiii

Yah itu .. karena laju TKW2 alias pembantu rumah tangga dari Indonesia yang begitu BUESSAAARRR … Jadi lah citra2 itu terbentuk dengan sendirinya

Sekarang mau nyalahin siapa??? Yang paling salah adalah pemerintah kita menurutku, yg dengan bangganya menambah devisa negara melalui pengiriman TKW. Apakah tidak ada cara lain? Padahal sudah begitu banyak kasus2 miris tentang TKW, yg sudah terdengar atau belum

Itu diatas sengaja aku pasang fotoku bersanding dgn mertua yang memang orang Arab. Apakah benar jika deket2 orang Arab, jadi keliatan sepertu pembantunya?? Emang bener yah mukaku muka pembantu

Hahahaha …. Tertawa gariiiing … Nasib deh

Wkwkwkwk … yah, tapi itulah yang Allah beri untukku. Dan aku bersyukur :D, setidaknya isi kepalaku serta standart otakku tidak ada yang mencela sampai sekarang. Hehehe … dan juga setidaknya aku punya putri yang cantik.

Aku BERTEKAD …. Ingin sukses sesukses2nya. InsyaAllah, someday aku akan se kaya keluarga Bakrie di Indonesia. Aku akan buka lapangan pekerjaan seluas2nya, terutama untuk perempuan2 Indonesia. Aku tidak akan membiarkan mereka pergi ribuan kilometer hanya untuk jadi pembantu

Aku tidak sedang menghayal, tapi sedang bercita2. Semoga teman2 yang sedang sengaja atau tidak sengaja membaca postingan ini, akan sudi mengaminkan cita2 ku. Aaamiiin

Mari kita sama2 memulihkan citra Indonesia dimata dunia. Merdeka

Advertisements

41 thoughts on “Cobaan di Qatar

  1. Saya panggilnya Bunda saja yaah..

    Bunda yang sabar. Semoga doanya terkabul, agar wanita Indonesia lebih bermartabat di mata orang luar. prihatin saya bun, kalo lihat di berita ada saja TKW yang pulang babak belur dihajar majikannya..

  2. Amin..

    Yang sabar disana ya! Diajak kenalan aja kalo laen kali ada yg kayak ibu2 diatas itu. Biar mereka jg gak sujojon ke kamu, right? 🙂

  3. Di sini ‘eksport’ pembantu ke luar negeri sudah jadi bisnis yang menggiurkan bagi sebagian orang. Bingung juga. Kenapa musti pembantu, bukannya insinyur2 yang kita ekspor?.

  4. Abaikan saja, Jeng komen emak2 itu. Yah, gak dimana-mana namanya emak2 suka bergosip hihihi… Kecuali sya lho 😉
    Amien semoga cita-citany tercapai ya. Kasihan para TKW itu.

  5. Saleum,
    awalnya saya haturkan salam kenal,
    menurut saya kita sebaiknya mengabaikan saja omongan mereka itu, santai saja mbak, namun suatu saat perlihatkan pada mereka bahwa kita tidaklah seperti dalam pandangan mereka itu.
    saleum dmilano

  6. Hadoh, ternyata citra wanita Indonesia hanya sekedar pembantu aja ya.
    Sabar ya Mba. Tunjukin sama mereka kalau Mba lebih terpelajar dari mereka.

  7. setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!
    jd inget nenek ku yg jg sangat tdk setuju org2 indonesia dikirim untuk jd tenaga kasar di luar 😦 hicks…..
    harga diri kita diinjak2, pemerintah malah tepuk tangan ! :((
    if u need me, just ask! ill help you anything to reach your dream
    ill cheer you always… now … forever 😀

  8. amiinnn!!
    iya mbak saya dukung!
    selamat sukses dan pembantukan org arab,hahhaha :mrgreen:

  9. Ah, siapa bilang di foto itu mbak icha mirip pembantu? Nggak, kok! Nggak banget malah. ;P
    Sabar-sabar donk kalo gitu ya, mbak… Emang udah paradigma yg melekat sudah begitu, sih.
    Semoga cita-citanya mbak icha terwujud. Didoain dgn sungguh-sungguh ini…

  10. wah, segitu burukkah image indonesia di luar negeri ? negara pengekspor pembantu…..
    jika kita menggalakkan pemerataan pembangunan dan pemerataan penduduk, mungkin kita bisa menghindari kegiatan mengekspor pembantu ke luar negeri.
    pe er untuk para pemimpin negeri ini.

  11. Deeeeu yg dikira pembantu lagi ngamuk2x hwahhaha Make up kurang menor kali, Cha….

    Di Spore teman ku dulu waktu kenalan juga nyebut: pembantu saya dari Indonesia. Aku malah ajak kenalan ama pembantunya hehhe

  12. Lama nggak berkunjung dimari, mampir setelah ada koment dari mbak icha..
    Ya ampun mbakkkkkkkkkkk….aku juga ikutan emosi..aku pernah 2 tahun juga kerja di middle east hampir sama juga yang aku rasakan..meskipun kerjaan saya menurut ku bukan sektor rumahtangga…karene memerlukan skill dan education…staff sebuah organisasi gitu lho..tetap aja kalo disana disangkanya TKW yang kerja disektor domestik..housemade …alias pembantu…ngelus dada…tetap aja beranggapan…berskill atau tidak berijazah sarjana atau tidak kalo kesana dan berkerja judulnya adalah pembantu..akupernah posting juga di blogku yang lama ..soal ini ..hemm jadipengalaman buat kita mbak..dan PR buat pemerintah..supaya lebih bijak …supaya lebih perhatian kepada warganya..supaya banyak lapangan kerja..supaya mereka nggak jadi TKW yang notabene setor nyawa untuk disiksa baik secara batin maupun rohaninya….Ayo Indonesia….bangkitlah

  13. hehehee…sedih banget ya Mbak….
    citra perempuan indonesia di jazirah arab cuma seorang pembantu. duuuuh…..

    temanku yang kerja di qatar baru 2 bulan ini… juga mengeluh gak betah karena kepanasan.
    dia sudah berencana mencari pekerjaan di negara lain.

  14. Salam….
    Tak usah di dengar lah mba ku.. sini masak2 bareng di rumah ku aja… he.he biar ngga mumet..

    Aku kebetulan berada di tempat mbak ni.. yg berstatus sama.. tapi ya alhamdullilah anak2 ku dah besar.. jadi pulang sekolah nyempetin tanya.. تبين شي يامه (mau sesuatu mah.?) . jadi ya ngga terlalu banyak keluar rumah hihi..

    Sabar ya mbak..

  15. Salam kenal ..
    Aku juga berada di Qatar tapi bukan tki tapi Pelaut..suaminya hobi mancing Tu mbak ..emangsie siapapun yg mancing di sini(Qatar) pasti nagih soalnya ikannya besar besar Dan tarikannya mantefff..t

  16. Aminn…semoga cita2mba terwujud…tapi maaf saya sedikit tersinggung dgn cara mba memandang rendah tkw… saya jg tkw dan sya bangga dimana pun saya berada…menurut saya wajah tkw jg wajah manusia… mengspa miris dikata kan mirip mrk…toh sama sama manusia…kt sama2bangsa indonesia…kenapa hrs malu kan gk hina kerja jd pembantu

  17. 1 minggu setelah lulus dari universitas, saya pergi mengunjungi paman di sana. saya indonesia asli dan muka saya muka indonesia sedikit sipit.hehehe.. kalo saya malah di sangka isteri orang arab. padahal aku cuma mengunjungi keluarga di sana. kalo menurut saya bagaimana jika kita menempati pakaian-pakaian yang sering di gunakan wanita arab seperti jubah dan berbicara dengan baik dan senyuman dengan baik.. karena mereka juga menilai wanita sama seperti pria indonesia juga.. yaitu di nilai bagaimana cara pakaian, cara menatap, cara tersenyum dan cara berbicara.. dan saya dengan cepat mendapatkan teman di sana.. mereka sangat baik ko..hanya itu yang ingin saya sampaikan hehehehe

  18. untuk mba,, yang sabar yaa.. ayo kita ubah citra wanita indonesia dengan menggunakan etika indonesia yang baik… semangat mba 😉
    hal yang saya suka ketika wanita-wanita di sana memanggil kita dengan panggilan “habibati” 😀

  19. untuk mba nurmeitina@ jangan tersingung dan jangan bersedih (karena itu hak mereka untuk berpendapat) semangat ya mba 😉 .. jika mba baik dalam berbicara dan baik dalam bersikap dan menggunakan pakaian yang baik dengan tertutup gaun lebar ,,, insha allah mereka akan memabdang kita dengan baik-baik pula.. aku doakan rezeki mba lancar yaa 😀 dan selalu dalam lindungan Allah di sana.. TKW atau majikan semua derajatnya sama di mata Allah.. karena Allah menilai seseorang bukan dari derajat dan martabat.. tapi dari tingkat keimanan mereka .. iman yang baik akan mencerminkan pribadi yang baik.. karena wajah dan tingkah laku itu mewakili isi hati anda yang sebenarnya… jagan sedih ya mba 🙂 semangaaaaattt 😉

  20. maaf yah mba aku ingin mengusulkan sesuatu untuk mba.. bagaimana jika cara pakaian mba di ubah.. soalnya paa pembantu di sana suka menggunakan celana laging atau semacem itu “ngepres ke kaki” maaf ya mba.. soalnya pembantu paman aku pake bajunya kyk gtu.. maaf ya mba sekali lg tapi kan aku cuma ngasih pendapat biar mba gak di bilang pembantu lg di sana.. ya mabaa hehehe maaf bnget ya mba

  21. ˘ ºˇ ώκώЌώκ ˚•☺•˚ώκώЌώk
    untung gak disebut jg onta qatar mba.
    cara penyampaian mba agak sedikit menyinggung para tkw.meskipun mba pnya ♥doa agar Ǥga ăϑα̲ wanita jd pembantu ϑ¡ negri orang.tp mereka krj dgn halal mba dan pnya niat yg tulus.

  22. wah..pengalaman qta sama donk..aq juga udah 7 tahun tinggal di jordan.punya anak 1.. n berkali kali disangkain pembantu…geram banget.n perih hati ini.meski gak kerja,tp aq kuliah sampai s2.padahal wanita wanita arab banyak yang gak lulus sma..tp ya krn kesalahan bangsa sendiri..ekspor pembantu tiada henti,jd wajah asia jd identik dg pembantu..sabar..sabar..

  23. bisa ngerasain geramnya mbak-e klo dikatain begituan. yang jelas pembantu sekarang… gayanya berani2…. di indo aja gtu, apalagi yg berani keluar negri, pasti lebih punya ‘nyali’. eit, keknya salah focus nuh komennya.
    salam kenal yah

  24. Aku lagi iseng iseng nyari tentang Qatar, karena pacar ku orang Qatar.
    Wah ternyata kehidupan disana seperti itu ya kak..

    Aku aminnin cita-cita mulia kakak deh..
    paling aku juga di kira pembantu ya kalo kesana LOL

  25. stumbled upon this blog, ga sengaja hehe dlu sempat mau pindah ke qatar untung ga jadi, bisa2 mental dan rasa percaya diri luluh lantak :’)) btw mba g kayak pembantu kok foto sama mertuanya, malah mirip anaknya.. dan btw lg mertuanya mirip nenek aku hehe

  26. Amin… Suatu hari qt hrs ketemu d qatar..krn calon suami q bekerja disana..mb pasti rindu kawan indonesia yg gokil kyk aq..hahaha..pede y qw..??

  27. Aamiin… semoga terwujud cita2mu mba 🙂 aq juga pernah punya kenalan di jeddah, dia pikir org indonesia itu semuanya prt 😦 kulang ajal deh padahal profesinya dr cm pola pikirnya sempit..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s