Curhat mencegah Jerawat.

BeRiTa FoTo, CuRHat, Nadine Mohamed Ateya, PeRjaLanaN HiDuP, QataR

Sebagai seorang istri, juga seorang ibu dan ditambah status wanita karier yang aku emban di satu punggung. Jujur, aku merasa letih. Aku seolah kekurangan waktu yang disediakan selama 24 jam dalam sehari. Berharap ada tambahan saja 2-3 jam, sejenak untukku meregang, meluruskan syaraf-syaraf tubuhku yang menegang oleh kesibukan.

Pukul lima mata ini sudah terbuka, aliran air wudhu yang membasahi setiap bagian yang wajib di aliri menyegarkanku seketika. Hangatnya darah yang mengalir ke kepalaku ketika bersujud subuh seolah antihistamin yang membiusku agar dapat selalu on sepanjang hari. Menyiapkan sarapan anak dan suami, bekal sekolah, seragam, dan bersabar dengan kemacetan mengantar anak ke sekolah lalu berputar haluan dan bertemu lagi kemacetan selama menuju kantor. Sudah menjadi ritual lazim di pagi hari. Untungnya ritual ini hanya dijalankan 5 hari dalam seminggu.

Kesibukan di kantor, kolega caper dan selalu ingin tahu urusan yang lain, serta permasalahan belantika perkantoran, hal biasa bagai santapan sehari-hari. Aku pun sudah kenyang bahkan muak untuk menikmatinya.

Waktu sore tiba, lagi-lagi berjibaku dengan kemacetan lalu lintas. Namun menjemput belahan hati adalah kebahagiaan tersendiri untukku. 8 jam terpisah, selalu saja membuatku teramat rindu untuk melihatnya. Wajahnya yang selalu tersenyum saat melihatku, dengan rambutnya yang lepek berkeringat namun tetap lincah tanpa terlihat raut letih di wajahnya. Oh sayangku, betapa mama ingin selalu ada menemanimu.

***

Sesampainya di rumah, yang selalu kujaga kebersihan serta keapikannya. Statusku beralih menjadi seorang ibu rumah tangga. Hal yang pertama kulakukan setelah mengganti pakaian kantor dengan daster rumah yang nyaman adalah menyiapkan hidangan yang lezat dan bergizi untuk keluarga. Kegiatan memasak kusambi dengan berbagai hal, menyapu, memasukkan pakaian ke mesin cuci,  mengelap kaca dan perabotan, membereskan kamar tidur, terkadang aku juga menyambinya dengan face book an 😀

Proses memasak selesai, dengan keadaan fisik yang sudah mendekati titik ‘kelelahan’ harus menemani anak makan dan mengerjakan homework, berharap ia akan menajdi anak yang berprestasi di sekolah. Selesai itu memandikannya agar kembali wangi. Waktu ibadah pun insyaAllah tidak akan pernah lepas dari jadwal sehari-hari.

Saat kulirik jam dinding yang tergantung manis di dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Selebihnya waktu, masih banyak pekerjaan rumah yang lain masih menunggu. Setrikaan yang tidak pernah habis, debu di halaman rumah yang tidak pernah menipis, menunggu suami pulang yang terkadang sampai jam 9 malam.

Belum lagi jadwal belanja 2 mingguan yang mau tidak mau harus dilaksanakan olehku seorang diri. Menggeret galon air dan tabung gas … sungguh jelas mengapa surga itu berada di telapak kaki ibu. Karena, capeeeeeek bo!!!

*sekian dulu curhatnya … i’m so exhausted!!!*

Advertisements

30 thoughts on “Curhat mencegah Jerawat.

  1. wahahahahahahah…………………tooosssss dulu ahhhhhhhhh, tapi sekarang aku sudah gak ngantor lagi mbak, sekarang kerja di rumah aja 😀
    btw fesbuknya apaan mbak, add aku dunkk “viving linda”. makasihhh ^_^

  2. hmmmmm mbakkkkkkkkkk idemmmmmmmmmmm….. sabar sabar..insyallah pahala dari allah swt menanti..buat kita yang sabar dan bisa menjalankan fungsi wanita sebagai istri sholeha, sebagai ibu yang baik, sebagai seroang pekerja keras dengan baik dan benar *amiennnnn…ikhlas dan sabar menjalaninya mbak..dinikmati, insyallah membahagiakan buat kita kalo kita ikhlas..*yang nulis ini juga berusaha untuk ikhlas hehehe sama sama belajar yah mbak 🙂

  3. bener-bener yah Mbak.. pekerjaan seorang istri dan ibu ga ada habisnya 🙂 tapi dinikmati aja.hihihi.. walau memang cape pastinya.kkkk

    Salam kenal Mbak 🙂

  4. Itulah kenapa wanita digambarkan dengan sridewi bertangan sembilan,…. smua bisa mereka kerjakan, menjadi koki keluarga, asisten rumah tangga, wanita karir, guru anak-anak, dan bidadari sang suami,.. Salut, semua dikerjakan dalam satu waktu…..

  5. sebenarnya ada fakta temuan bahwa di jaman pra sejarah, wanita memegang peranan penting dalam rumah tangga dan berburu (jaman dulu nggak ada kerja kantoran lho)
    memang enak ngeluh sih, kalau sudah nggak adalagi yang disalahkan, masa menyalahkan Tuhan dan kodrat, jadi nikmati aja mbak 😀
    salam, ndik

  6. Keluar kantor jam berapa, Cha?

    Hebat euy msh bs ngeblog and ngeFb…Aku waktu parti-time studen part-time employee, gak punya anak aja gak sempat masak ama ngeblog.

  7. Subhanallah Mbak, membaca saja aku sdh letih membayangkannya. Emang surga dibawah telapak kaki ibu kalau begini. Jangan lupa jaga kesehatan ya Mbak 🙂

  8. *membayangkan*

    waduh.. pasti capek bener yak mbak.. kalau masih single gini belum bisa deh kayaknya ngelakuin itu semua.. tapi kata temen di kantor seh.. akan ada waktunya ntar klo udah punya keluarga sendiri.. so aku mau nikmatin masa single dulu aja yak.. hehehehe

  9. jadi ibu rumah tangga itu berat yaa 😦 ?
    tapi tugas mulia yang wajib dijalankan , jadi keep smile aja . saya juga bakal nyusul , ga tau berapa tahun lagi 😀

  10. wahh… saya ikut meresakan capeknya bu.. 🙂
    saya tau, seorang ibu tugasnya terlalu berat untuk disepelekan oleh kaum lelaki, justru pada itulah kemuliaan seorang wanita. smoga smuanya berjalan baik dan lancar ya bu…
    salam

  11. Saya selalu salut dengan ibu rumah tangga, yang mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk rumah dan keluarga.
    Tapi saya lebih salut dengan para ibu yang ikut banting tulang di luar rumah, sekaligus menjadi ibu tangga yang baik (dlm artian tetap memasak, beres-beres rumah, lalu mengurus anak dan suami) saat ia pulang ke rumahnya. 🙂

  12. ya ampuuun mba ichaaa, udah lama banget ga baca blognya. terakhir malah masih yang di blogspot, hihi. padahal temenan di fesbuk udah lama nih kita :p
    *salaman*

  13. Sama kayak aku say… kayaknya waktu 24 jam berlalu begitu cepat, tapi tetap disyukuri… Semoga apa yg kita kerjakan mendapat Barokah dari NYA…. Semangat ya…

  14. Mbak Ichaaaaaaaaaaa, masih ingat saya kah??
    Mbaakk, itu Nadine ya? udah gede banget ya sekarang, ingat dulu masih kecil diceritain ama mbak di blogspot dulu.
    btw Mbak, itu banner yg dulu yaa,, aduuhh senangnya masih kepake, hehehh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s