Kepastian Cinta yang Tertunda

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, seRba seRbi

Kepastian dan Tertunda.

Cibodas Manda

Dua kata yang hanya terhalang oleh tabir tipis. Rancu, dan tak dapat diterka. Seperti kata Benci dan Cinta. Aku berdiri di sini dan dapat melihat keduanya. Jelas!  Sangat jelas. Ketika menengok ke arah ‘Kepastian’, aku melihatnya sedang menatapku tajam, namun teduh menggoda. Dari mata itu kulihat harapan dan kebahagiaan. Aku dapat melihat keindahan surgawi di sana. Seketika tersenyumlah bibir ini diikuti dengan jiwa yang ikut mengembangkan sebuah senyum secerah mentari pagi.

Tapi saat aku sedang terlena dengan kenyamanan itu, ‘Tertunda’ selalu saja memanggilku dengan berteriak lantang. Memekakkan telinga, menghunus kalbu. Ia selalu memaksaku untuk bangun dari mimpi indah. Ah teganya kau ‘Tertunda’! Apa kamu tau kalau aku sudah jemu berdiri di sini sepanjang waktu? Biarkan aku kesana, bersama ‘Kepastian’ yang tampan itu. Biarkan dia memelukku erat.

Namun kenyataannya dan terlalu sering terjadi, ‘Tertunda’ yang berpangkat Jenderal Bintang Satu itu, selalu saja menahanku dengan suaranya yang menggelegar itu, “Tunggu! sabar! Tetaplah dulu berdiri di sana, aku masih suka memandang parasmu gelisah berdiri di sana.”

Jika sudah seperti itu, aku pun tak pernah kuasa untuk menolak. Aku harus tetap diam tak bergeming di sini. Sembari sesekali kutengok cintaku si tampan ‘Kepastian’ itu. Tunggu aku di sana ya.

———

Ada kala keduanya enggan menyapaku, ‘Kepastian’  dan ‘Tertunda’ tampaknya muak melihatku di sana. Terombang-ambing lah aku di tengah kegelapan. Au ah gelap! Kebosanan akan penantian ‘Kepastian’ serta kemirisan akan ‘Tertunda’, melayangkan jiwaku tak tentu arah.

Beruntung aku masih punya Tuhan, azza wajalla. Ia yang bernaung di atas segalanya. ‘Kepastian’ dan ‘Tertunda’ pasti tunduk di bawah perintahNya. Ia selalu meyakinkanku akan sebuah janjiNya. JanjiNya dari dulu dan tercatat di Lauhul Mahfuzh, untuk semua manusia-manusia seperti aku.

Lantunkan doamu dalam sujudmu, saat kau berdiri di penantian itu. Jangan pernah jengah. Maka akan kuberi kau ‘Kepastian’ atas bayaran dari ribuan hari-harimu yang bersabar bercengkerama dengan ‘Tertunda’.

Ya, aku harus percaya itu. Itu keyakinanku. Keyakinan yang selalu membuatku dapat bertahan dan hidup. Keyakinan akan sebuah JANJI ALLAH yang akan kuraih nanti.

Dear Rabb, aku tak akan pernah sanggup melanjutkan apa-apa yang masih Engkau tunda. Dan aku juga tak akan pernah bisa menunda apa-apa yang Engkau suratkan terhadapku. Maka kuatkan lah hati ini ya Rabb, ketika aku masih belum pantas untuk menerima sebuah ‘Kepastian’ yang kuharapkan.

Semua jawab ‘Kepastian’ adalah kuasa Mu.

Pasti … Untuk itu aku menunggu. Seperti sebuah kematian yang akan datang.

Pasti.

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Kepastian Cinta yang Tertunda

  1. Lagi lagi tulisannya dalem mbak…jadi tambah melow untuk hari ini…seperti yang hari ini aku tulis di curhatku mbak….bersabar dengan rencana Indah Allah SWT terhadap segala apa yang telah di takdirkannya untuk kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s