Uncategorized

IMG_3472

Kesalahan terbesarku adalah aku tidak cukup realistis, bahwa tidak semua yang aku inginkan bisa di dapat. Walau dengan menangis mengiba, percuma. Semesta tak juga lantas mengubah semua angan menjadi kenyataan. Hidup bukan drama korea. Jadi satu-satunya pilihan adalah dengan terus berjalan. Jadikan semua ini pembelajaran.

Seumpama senja, aku hanyalah senja-senja patah di langit tua, begitu sulit menghilang dari langit. Seperti aku yang sakit kehilangan wajahmu meski sedikit. Apalagi kau lepas tak terkait, perih adalah nafasku. Dan senja dengan merahnya resah, tertatih antara lagu yang kehilangan nada dan suara ..

Dalam lamunanku, kadang, aku berharap memiliki hati yang tidak pernah merasa. Atau biar diri saja yang binasa.
Karena dengan merasa pun, pada akhirnya aku juga akan binasa, Dengan cara yang lebih menyiksa.
Pernah ada ketika satuan jarak tidak lagi dapat terpacak. Karena jiwa seirama berdetak, begitu dekat. Adalah bersamamu yang bermetamorfosa menjadi sebuah kata baru; KITA. Diam tanpa suara. Dalam hati yang saling bercengkrama. Tak perlu mengagungkan cinta untuk membuat semua orang tahu. Tanpa isyarat. Tanpa pernah tersurat. Kita pernah sedekat itu. Dulu.

Sentul Terik 18 Mata, Diam & Menghilang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s