Lembayung Sukma

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, Uncategorized

10 April 2016

 

Tinggalkan .. Dan beranjaklah pergi dari halauan pandangan mata.

Merasuk damai dalam kesunyian, memaknai diri dalam sepi perenungan.

 

Pergi … Bawa penat yang lama tersemat. Membawa galau usang yang masih mendera.

Cukup waktu bersendiru saja.

Agar tenang dalam pemikiran, agar matang dalam pemutusan.

 

Jeda..!

Istirahat sejenak dari segala kegaduhan rasa.

Dan suara-suara bising yang memekakkan telinga.

Tak perlu unjuk banyak bicara pada manusia. Renda kalimat yang tak melukai jiwa.

 

Tarik diri dari keramaian.

Menyepi..

Seperti para sufi menemui hati bercengkerama dengan jiwanya.

Menghilang tak berjejak. Dari riuh kelakar camar bersengketa,

dari gemulai lembayung menari digoyangkan angin.

 

Hening

 

Menepi sejenak, dari hembusan lirih desir angin menyibak bulu roma.

Tenangkan sukma dalam kebebasan, dari segala rasa riuh tentang manusia.

Bicarakan pada Dzat Pemilik Keagungan.

Datang dan katakan.

Rahasia akan tetap aman di persinggahan.

 

-Sebuah Waktu Suatu Tempat Menjemput Senja-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s