Anda dapat menjelaskan kepada saya … Mengapa?

CuRHat, KuLiNeR, QataR

Mohon maaf sebelumnya, postingan ini ditulis untuk tujuan murni sebagai curahan hati saya sebagai manusia yang sedang merasa kecewa. Tidak ada sama sekali niat terselubung di luar itu. Jadi begini, pada hari Jum’at sekitar dua minggu yang lalu, seperti biasa kami sekeluarga berniat untuk menikmati makan siang bersama di luar. Dan saat itu, kami memutuskan untuk mencoba restoran Indonesia yang katanya baru dibuka di sebuah mall yang terletak tidak jauh dari airport. Tapi sayang, setelah saya hubungi lewat telepon, ternyata restoran itu belum dibuka.

Bapak yang menjawab saya ditelepon dengan ramahnya memberitahukan bahwa restoran akan dibuka tanggal 28  akhir bulan Mei ini. Sedikit kecewa karena tidak jadi makan mie ayam,  akhirnya saya menghubungi seorang teman, untuk menanyakan restoran Indonesia yang lain. Yang juga baru sekitar 2 bulan beroperasi. Saya mendapatkan nomor telepon restoran tersebut. Walau dengan peringatan dari teman, kalau sebenarnya masakan di sana tidak terlalu enak. Peringatan itu aku tepis, mengingat enak tidaknya makanan adalah soal selera.

Dan saya segera menghubungi untuk menanyakan di mana letak persis restoran itu. Seorang ibu menjelaskan pada saya melalui telepon, bahwa letak resto itu di B-ring road, tidak jauh dari crazy signal dan gedung QP. Ketika saya menelpon, saat itu sekitar pukul setengah dua siang. Dan saya mengatakan pada ibu itu, “Oke bu ini kami siap-siap mau berangkat. Terima kasih.” Dan sambungan telepon kuputus. Setelah berpakaian rapi, kami pun segera meluncur ke resto yang dituju. Mengingat perut pun sudah meronta ingin diisi.

Seperti biasa, saya selalu excited jika ingin berkunjung makan siang di restoran Indonesia. Maka itu, saya sengaja makan sangat sedikit ketika sarapan. Menyediakan ruang yang cukup luas, untuk memanjakan perut dengan makanan Indonesia saat makan siang nantinya. Setelah sampai di perempatan crazy signal, karena bingung harus belok ke arah mana, saya telepon lagi restoran itu. Kala itu waktu menunjukkan sekitar pukul 3 kurang 10 menit. Dan ibu itu menjelaskan agar kami belok ke kanan, restoran hanya sekitar 30 meter dari pom bensin, ujarnya begitu.

Setelah berbelok, kami tidak langsung menemukan dimana letak resto itu, karena memang ternyata sangat imut sekali ukurannya. Kami sampai tepat di depan resto mungil itu jam 3 pas. Tidak lebih tidak kurang, mgkn kurang semenit dua menit, tergantung dilihat dari jamnya siapa dulu. Beda jam tangan saya dengan jam suami sekitar 5 menit lebih lambat. *Halah mulai ga fokus*

Kembali ke Resto, sampai di bibir pintu. Kami dipertemukan dengan seorang laki-laki paruh baya, berbicara bahasa Indonesia. Sekaligus bertemu dengan plang plastik yang tergantung di depan pintu resto, yang tertulis closed alias tutup. Saya sempat ternganga sepersekian menit, karena rasa tak percaya dengan tulisan di depan mata.

“Kami tutup bu,” ucap si bapak itu tampaknya mengerti mengapa saya menganga.

“Loh pak, padahal baru 5 menitan yang lalu kan saya telpon. Kok ibunya ga bilang restonya tutup,” jawab saya masih sambil setengah menganga.

“Kami tutup dari jam 3 bu. Buka lagi nanti jam 5.30,”

“Tapi kenapa ibunya tadi ga bilang kalau bakal tutup jam 3. Padahal saya nelpon dr perempatan situ,” udah mulai sedikit memanas. Maklum lah perut udah mulai mengeluarkan bunyi-bunyi menyayat hati.

“Hanya ada saya dan ibu itu di resto ini. Ibu bisa kembali lagi jam 5.30,”

Sebelum menjawab lagi, saya sempat tertegun. Apa maksudnya hanya saya dan ibu di resto? Jadi dia tidak percaya kalau saya sudah menghubungi lewat telepon sebelumnya?

“Tapi pak ….” Jiwa ngotot saya memang rada susah untuk dihilangkan. Untungnya sang Arjuna di sebelah, segera menarik tangan saya. Mengerti kalau bininya udah mulai kebakar alias keki dengan service yang sangat memuaskan para pengusaha restoran Indonesia.

Masuk ke dalam mobil, saya masih berdesau-desau tidak jelas. Bukan hanya kecewa tidak jadi makan iga bakar, tapi kecewa saja sudah ditolak sodara sendiri, untuk sekedar mencicipi hidangan yang mereka tawarkan. Bukankah rejeki sesedikit apa pun tidak boleh ditolak? Saya membayangkan, seumpama saya adalah Dian Sastro, mungkin bapak itu akan dengan ramahnya mempersilahkan saya masuk. Walau memang seharusnya tutup.

Sepanjang perjalanan, dengan perut yang sudah asik berbiola saya hubungin teman saya, dan curhat akan kejadian barusan. Dan itu sedikit melegakan saya 😀 Eh tapi ternyata, si Doi yang ketika itu menjadi supir, ketularan sewot.

“4 tahun tinggal di Qatar. Baru nemu restoran tutup dari jam 3 sampai jam 5. Apa mereka mau bobo ciang???” ujarnya dengan nada yang sangat menyindiiiiiirrrr ….. Resto Mesir, India, Filipina, atau apalah Sri lanka … Semua tetep buka, dan welcome kepada semua pengunjung.

Ada teman mengatakan, memang peraturan pemerintah Qatar begitu, semua resto yang diluar mall, harus tutup dari jam 3 sampai jam 5 pas hari Jum’at. Maca ciiiiiiihhh??? Ga lah, secara ga cuma sekali itu makan di resto hari Juma’at dan di jam antara pukul 3 dan 5. Atau mungkin peraturan  itu hanya diberlakukan untuk resto Indonesia kali ya? Lantas apa alasannya? Diskriminasi? Tak mungkin kayaknya. Atau …. Ya wajar kali ya, bagaimana tidak didiskriminasi, wong sesama orang Indonesia sendiri aja saling mendiskriminasi. 😀 *peace aja deh*

Kecewa saya.

Anyway busway, agar postingan ini tidak terlalu panjang. Karena si manis Nadine sudah nyaris merengek-rengek karena kelaparan. Akhirnya hari itu, kami memutuskan untuk makan di restoran China. Yang tentu saja tetap buka jam 3-5 dan welcome dengan semua pengunjung, sekali pun saya bukan orang china looooh!!!

So .. Tolong jelaskan kepada saya. Bagaimana caranya, agar saya bisa bangga menjadi orang Indonesia seutuhnya?

 

Cemilan Yum Yum

KuLiNeR, KumPuLan ReSep

Sudah lama ga update blog. Kali ini saya mau sharing resep saya coba hari Jum’at lalu.

Berawal dari iseng, ingin makan yang ber-taste keju, coba-coba dan uprek-uprek … Akhirnya jadilah cemilan yang asyik buat teman leyeh-leyeh di hari weekend.

Yuk dicoba yuuuk …

Secara ini resep suka-suka, jadi suka-suka kamu juga untuk merenovasi mau pun meng-up grade resep yang ada 😀 … Ibu-ibu mah pastinya pada kreatif dooong kalau di dapur.

Bahan:

+/- 250 gram tepung terigu.

3 butir telur.

Segenggam daging asap.

kira-kira 10 sdm susu cair.

100 gr keju mozarella parut.

10 sdm olive oil.

garam, lada hitam, bubuk kaldu secukupnya.

sedikit oregano.

Buah Zaitun hitam untuk hiasan.

Cara membuat:

Panaskan oven 180 derajat celcius.

Campur telur, susu, minyak zaitun, garam dan bumbu-bumbu. Setelah semua tercampur, masukan daging asap yang sudap dipotong kecil-kecil, lalu setengah dari keju parut. terakhir masukan tepung terigu sedikit demi sedikit. Dan aduk merata.

Siapkan loyang cup cake yang sudah dilumuri mentega disekelilingnya. Masukkan adonan, lalu taburi keju di atasnya dan potongan setengah buah zaitun untuk mempercantik.

Masukkan oven sampai berwarna kuning kecoklatan.

Jadi deh … 😀

Jangan lupa dengan sambal cocolan, biar lebih maknyuuus. Selamat mencoba yaaa!

 

Pempek Lovers

BeRiTa FoTo, KuLiNeR

Walaupun aku lahir dan besar di Jakarta, namun darah Palembang yang deras mengalir di darahku tetap membuatku tidak bisa jauh-jauh dari makanan yang namanya Pempek.

Tapi sebenarnya tidak hanya orang Palembang saja yang gemar makan Pempek, terbukti dari menjamurnya para pebisnis kuliner yang memilih untuk membuka usaha menjual Pempek.

Hehehe, tapiiiiiiiii hanya orang Palembang asli yang bisa membedakan cita rasa Pempek sebenarnya. Pempek memang bisa di temukan dimana-mana, di Jakarta contohnya. Tapi padahal, nyaris 75% rasanya ga pas di lidah. *Untukku yang orang Palembang asli loooh*. Lah bagaimana ga pas, biasa dikasih pempek enak dengan ikan tenggiri atau belida yang benar-benar sesuai dengan komposisi, harus memakan pempek geje dari ikan patin. *Emang ada pempek dari ikan patin?* hihihi ngebayanginnya aja mual.

Ya sudah, dari mana kebanyakan ngetik. Ngomong ngalor ngidul ga jelas. Mari kita nikmati pempek yang baru tadi kubuat. Yummy yummy. Sejujurnya aku bikin tidak pakai tenggiri atau belida. Namanya juga sedang jauh di Qatar. Jadi menyesuaikan dengan tempat. Karena memang gairah untuk mengunyah pempek sudah tidak tertahan, maka coba-coba buat pempek dengan ikan baracuda. Ternyata hasilnya juga, enaaaaak *huhuhu muji masakan sendiri*.

Ayo ada yang mau? Mariiiiiiiiii

 

BeGaDanG beRPiaZZa

BeRiTa FoTo, JaLaN JaLaN, KuLiNeR, MeSiR Dan BuDaYanYa, seRba seRbi

Kemarin malam, sehabis chatting2an sama suami dan teman saya. Tiba2 bininya temen suami saya nelpon. Nanya2 kabar,trus doi bilang. ‘Ane lg di Pizza Hut niy. Come join with us’ … Bujug, padahal dah jam 11 malem.photo-07681photo-07651 Tapi emang secara disini ituh .. semua toko2 baru pada tutup jam 2 malem. Gak summer gak winter, semua toko buka dr 12 siang sampe jam 2 malem. Secara Pizza hutnya lumayan deket dr rumah. Yaudlah … saya dateng. Secara belom ngantuk, dan emang teman saya itu .. satu2nya wanita mesir yg asik *menurut saya* … Cuam dia satu2nya yg bs nyambung dan sejalan ama saya. hehehe.

Ya ud.. ceritanya saya mesen Seafood pizza. Walo sebenernya siy saya selalu kecewa sama Pizza hut di Mesir. Asli sumpah rasanya ga enak. Tp pas dipoto kok keliatannya menggiurkan yah??? Padahal itu seafoodnya bener2 dikit. Pelit maning!!! Dan asil suer, saya ga tau kenapa rasanya kecut, kayak diperesin pake air jeruk nipis. Si chubby Nadine, cuma makan roti2 pinggirannya aja. yg untungnya diisi Mozarela cheese, jd masih ada kadar gizinya.

Ngobrol, ngalor ngidul … sampe akhirnya saya nyampe rumah lg jam 1:20. Itupun ga lgsg tidur … saya masih sempet2nya ngecek facebook & friendster dulu … hahahaha.

Akhirnya sodara2 … saya bangun ketelatan. padahal td nya saya janjian, hrs ambil buku2 IT di tempat les komputer saya jam 7:30 teng!!! huuuaaa … boro2, saya aja baru bangun jam 9 lewat. Itupun gara2 pgn pipis, kalo ga … bs kebablasan mpe jam 12 siang..  kekeekek…

Holy Crap what a day!!!

PiZZa Hut PyRaMiD

BeRiTa FoTo, JaLaN JaLaN, KuLiNeR, MeSiR Dan BuDaYanYa, seRba seRbi

92845744_e484f19056Menurut saya restoPizza Hut yg terletak persis didepan Pyramid di Mesir ini, bener2 salah satu resto yg patut dikunjungi.  Bayangkan view Pyramid!!! yg dimana tiap tahunnya jutaan turis yg ngesot2 berbondong2 dateng kesana.

Walau sebenernya soal rasa, resto2 Pizza hut diMesir … Rasa Pizza nya tidak mengena sama selera saya.  Hambar, dan pelit ngasih toppingnya. Spaghetti nya, menurut saya masih lebih enak spaghetti buatan saya. Hehehehe.

Tapi biar pun gak enak. Sapapun yg akan jalan2 mengunjungi Cairo Mesir. Silahken lah duduk2 di resto ini. Pesen soft drink doang gak papa kok. Yang penting photo2 narsis tuh, view Pyramid 😀