01.10.2017

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, seRba seRbi

20170325_173617

Mencintai itu tak salah, karena cinta itu tak pernah salah. Yang salah adalah ketika kita memaksakan seseorang tuk tetap tinggal.

Aku berhak berusaha, tapi kamu juga berhak bahagia. Karena sejak dulu, bahagiamu selalu kuperjuangkan. Dan aku tak kan kuasa menuntut janji yang pernah terucap olehmu.

Terkadang takdir tak sependapat dengan cinta yang telah singgah. Takdir lebih berkuasa dari cinta yang telah tumbuh dan dirawat dengan sedemikian rupa. Walau mengalah bukan berarti menyerah akan keadaan, akan tetapi aku benar-benar menyerah dengan Takdir Yang Maha Kuasa.

Tak apa kini kembali timpang. Dengan beban di pundak yang biasanya sedikit ringan saat ada hadirmu. Namun aku percaya hidup ini berjalan dengan takdir-Nya, ikhtiar dan doa adalah bagian dari takdir itu sendiri, ia ada dan berjalan dengan sendirinya. Jika tak ada sebutir zarahpun dapat bergerak kecuali atas ijin-Nya. Dan tak ada seorangpun yang dapat memalingkan hati seseorang kecuali atas ijin-Nya. Maka sesungguhnya manusia tiada daya dan upaya kecuali atas ijin-Nya. 

Aku bukan yang terpilih, bahkan aku tak dapat memilih yang telah dipilihkan, karena sekuat apapun kemauan takkan bisa menembus dinding ketentuan.

Advertisements

Hidup bukan memilih, tetapi bertahan pada pilihan.

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, Uncategorized

Pilihan sesungguhnya bukan pilihan yang kita cipta sendiri, Ingat Allah sudah mencatatkan segalanya sebelum Ruh bertemu Jasad.

Cara manusia memandang hidup adalah pilihan masing-masing. Contoh ketika saya memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Sebuah keberhasilan atau kegagalan dalam cinta itu adalah Takdir, tapi mau terluka selamanya atau mengobati dengan cinta lagi adalah pilihan. Bahkan ketika saya menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih gagah, lebih kaya daripada dia dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

20161216_150836

Kembali berbicara mengenai bertahan pada pilihan, tidak semua orang sanggup setia dan bertahan pada pilihannya. Orang yang berani memilih pastilah orang yang ber-Komitmen, karena ia selalu lahir dari sebuah pilihan bukan karena keadaaan.

Saya rasa seorang insan yang pandai berkomitmen ialah orang yang memiliki tingkat intelegesia ruhaniah yang tinggi. Manusia berkarakter yang mampu memanusiakan dirinya dengan pilihannya sendiri, dan mampu memeliharanya sedemikian rupa.

Jiwa seorang Pemenang.

Pilihlah apa yang berbisik di nurani. Karena tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, jika tak percaya … kembali ke kalimat pembuka 🙂

Harap Kabut & Semu

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, Uncategorized

Kehadiran dan senyum yang pernah ada mengisi hari. Kini hilang dan musnah. Bersama kepergianku yang kamu paksa. Membawa serta cinta dan setia bersama kepergianku. Berikut luka, duri dan air mata. Maafkan atas keterbatasan dan ketidak-sempurnaanku. Yang membuatku menjadi seorang pengecut.

20170102_102728

Dan membuat hati ini terluka (lagi).

Kesalahan terbesar dari orang sepertiku adalah mencintai. Karena seperti katamu, (dengan bahasa halusnya) aku pelacur orang yang Tak Pantas untuk dicintai.  Pergilah jika dirimu menginginkan. Terbang dan kepakkan sayap kekarmu. Tak perlu lagi diingat semua luka, yang terlalu pahit untuk dikenang. Biarkan aku menjadi kenangan burukmu.

Aku tidak akan membungkus pahit itu dengan penyesalan. Walau semua harap  ternyata hanya sebatas mimpi dan andai. Dan janji hanya sebatas pendengaran telinga. Setidaknya aku sadar dan tau diri, tak seharusnya aku mencintaimu sedalam itu.

Semoga dirimu puas, yang dengan kesombongan telah membuat hatiku mati bahkan tanpa Harga Diri. Biarkan dunia berubah kelam dan langit bersekam sendu, ada bagian yang menyisakan bahwa kamu adalah tetap kamu di dalam hatiku.

Berprasangka baiklah kepada rencanaNya.
Tiada sakit yang tak bisa terobati, tiada duka yang abadi.

(Draft I – Pro – Apr – 2017)

 

Begini Caraku

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, Uncategorized

abi

Ketika lisan tak bisa berkata biarkan hati yang menyentuh. Akan terlalu banyak abjad merangkai kata. Yang berbulir menjadi kalimat demi kalimat. Lantas berhamburan begitu saja layaknya serpihan debu.

Wajar jika jiwa berpeluh rindu, walau lebih sering tetap kosong dalam genggaman. Biar hanya sukma yang menjelejah di sisi ruang batinmu. Rindu itu bukan hanya ilusi. Tak nyata, namun akan mengusik dan menggema ke penjuru ruang. Bergulir mengisi keretakan pada dinding-dindingnya.

Biarlah hitam, biarlah putih, biarkan pelangi tetap menghiasi cakrawala dan biarkan pula bintang tetap berkawan bulan.  Aku tak akan paksa semu seketika menjadi nyata.

Karena Ada akan tetap Ada.

Dan aku tak akan pernah menyesal telah dilahirkan mengenalmu.

 

 

 

Mencintai Orang Yang Salah

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP

Widih lebay judulnya …

mencintai-karena-allah

Pernah mencintai seseorang di saat yang tidak tepat?  Atau mencintai orang yang tidak sepatutnya dicintai? Atau kesal dengan si Cupid yang seenaknya menancapkan busurnya? Dan atau pernah muak dengan peribahasa cinta tak selalu memiliki? Apanya toh yang mau dimiliki? Kan kita semua sudah tau, semua yang ada di dunia ini adalah mutlak milik Allah.

Woles aja keleus …

Selow sodara – sodara .. Yang namanya sedang diberi ruh oleh sang pencipta di dunia ini. Dan dibekali oleh seonggok daging yang dinamakan Hati. Yang dimana Hati itu outputnya adalah Perasaan. Jadi kenapa kita harus menampik datangnya sebuah Perasaan?

Bukankah tidak ada satu kejadian pun di dunia ini tanpa izin Allah? Termasuk itu tadi … urusan cinta – mencintai.

Jika di-analogikan menjadi rumus mungkin akan seperti ini:

Perasaan Cinta = ∑Hati + Takdir

Arti kata Cinta itu amat sangat multi tafsir. Tergantung dimaknai dari perspektive mana. Misal cinta pada orang yang salah. Kata ‘salah’ itu sendiri saja sudah multi tafsir. Siapa yang salah? Mengapa salah? Apa salah nya orang yang dicintai? Kok jadi orang yang salah? Lantas apa salahnya yang mencintai? Jika salah, memang ada Undang – Undangnya?

UU mengenai “Tindak Pidana Mencintai Orang Yang Salah”

Oh come on … Hellooowww …

Mungkin jika berbicara mengenai cinta pada orang yang salah adalah bicara mengenai Keikhlasan Cinta. Sebentuk cinta tanpa ekspektasi. Simple nya, cinta yang hanya memberi dan tak harap kembali. Walau sulit menjadi seperti sang surya menyinari dunia, saya rasa itu lah bentuk konkret keikhlasan cinta. *mungkin lebih mudah nyanyiinnya di Smule*

So jika sang surya saja mampu menyinari dunia dan hujan mampu menyejukkan dunia tanpa mengharap apa-apa dari penduduk dunia, berarti apa?

Apakah kita bisa menarik kesimpulan dari kalimat mencintai orang yang salah?

Jika cinta adalah rasa, dan rasa timbul dari hati. Sedangkan hati adalah dari dan untuk Allah. Maka kesimpulannya adalah segala bentuk cinta di dunia ini adalah perwujudan dari Allah. Dan ingat, Hati adalah dari Allah dan untuk Allah.

Cintailah segala sesuatu karena Allah. Karena rasa tidak pernah salah.