Foto Kelas Nadine

BeRiTa FoTo, Nadine Mohamed Ateya, PeRjaLanaN HiDuP, QataR, sekolah Qatar

Sebulan lalu ada sesi foto-foto di sekolah Nadine. Nah kemarin itu foto-fotonya sudah selesai dicetak. Senang campur bangga campur haru melihat foto-foto itu. Bagaimana tidak senang, ketika mendapati anak kandung sendiri bisa tumbuh menjadi gadis yang cantik dan manisnya semanis coklat Ferero Rocher 😀

Dan tentu juga bangga, memiliki anak cute. Secara ibunya punya muka yang pas-pasan. Jadi semacam mimpi begitu, kok bisa punya turunan yang tidak sepesek ibunya. 😀

Harunya satu. Kalau melihat anak yang perasaan baru kemarin saya susui, gendong-gendong, dan memasangi pampers. Ternyata, sekarang sudah tumbuh besar. Tahun ini naik kelas 2. Begitu cepat waktu berlalu. Waktu seolah berlalu secepat kedipan mata.

Nadine kemarin antusias sekali menjelaskan kepada saya dan Daddynya siapa saja yang tertera di dalam foto kelasnya. Ternyata cukup banyak juga anak Indonesia yang satu kelas dengan Nadine. Salah satunya saya sudah sering dengar dari cerita-cerita Nadine sehari-hari. Seorang gadis mungil bernama Neeve, yang ternyata memang paling mungil diantara temannya yang lain di dalam kelas. Neeve itu yang sering mengajarkan Nadine bahasa Indonesia. Saya suka dibuat kaget, kalau Nadine pulang sekolah tiba-tiba berbicara bahasa Indonesia.

Itu yang namanya Neeve, gadis paling mungil di urutan terdepan. Nomor 4 dari sebelah kiri. Hehehe. Lucu-lucu ya anak-anak itu. Seperti yang bisa kita lihat. Banyak wajah-wajah anak Indonesia.

Kemarin juga saya dibuat suprise dengan sahabat dekat Nadine yang bernama Do’a. Selama ini mereka suka telpon-telponan. Yang saya tau. Do’a adalah Qatari. Tapi tidak terbayang wajahnya seperti apa. Ternyata dia itu toh yang bernama Do’a. Hihihi. Gadis berkulit  hitam yang berdiri tepat disebalah kanan Neeve. Orang Qatari memang terbagi atas dua tipe. Yang pertama tipe Arab asli. Yang kedua Afro Arab, yang warna kulitnya menyerupai orang-orang di Afrika sana.

Juga seorang anak laki-laki bernama AlMonzeer, yang juga hitam itu. Berdiri di barisan belakang 5 dari kiri. Dia juga salah satu teman yang paling sering disebut Nadine di rumah. Sampai kalau menggambar ada Al Monzeernya. Dan ternyata hitam juga kayak Sinyo. Hahahaha. Nadine euy seleranya.

Ini Foto terakhir. Di sini Nadine menceritakan tentang Miss nya. Seorang bule yang berasal dari United Kingdom. Namanya Miss Young. Daddy disebelah yang sedang menyimak langsung nyamber seperti geledek, “Cantik ya miss Young.” Gubrak. Minta dijewer 😀

Satu lagi yang wajahnya menyerupai orang Indonesia adalah miss Maryan dari Philipine. Ia bertugas menjadi assistent miss Young di kelas.

Nadine tampak mengagumi mereka berdua. Ya Wajar saja. Setiap hari bertemu. Pastinya terjalin kedekatan antara anak dan guru-gurunya di kelas. Membuat mereka merasa seperti mempunyai ibu lain. Yang mampu membimbing mereka menyelami dunia ilmu di sekolah.

Semoga anakku tumbuh jadi anak yang pintar. Dan kelak citacitanya yang ingin menjadi Dokter dikabulkan Allah SWT. Aamiin. Walau sekarang masih suka labil. Kadang-kadang mau jadi dokter, tapi kalau liat penyanyi Indonesian Idol pengen jadi penyanyi. Liat model di majalah pengen jadi model. Hihihi. Tapi tetep saya panggil dia dokter Nadine di keseharian. Karena insyaAllah, itu yang saya inginkan 😀 *bukan berarti memaksakan hak prerogratif dalam memilih minat dan bakat pada anak loh!*

Advertisements

Alhamdulillah … Urusan sekolah beres.

BeRiTa FoTo, CuRHat, Nadine Mohamed Ateya, PeRjaLanaN HiDuP, QataR, sekolah Qatar

Masih bersambung dari postingan sebelumnya.

Alhamdulillah … Lega, haru, bahagia, tenang menghiasi perasaanku pada tanggal 12 kemarin.

Setelah melalui test dan wawancara, akhirnya Nadine (5,3 tahun) keterima untuk masuk Grade 1 di Cambridge International School Doha. Sempat ketar ketir sebelumnya. Karena sudah keburu mendengar isu2, kalau test dan wawancara nya susah.

Untuk masuk grade 1, pertama anak di test membaca. Dari 50 kata yg tersedia, minimal anak bisa membaca sedikitnya 10 kata dari kata2 yg tersedia. Kata2 nya simple sebenernya, seperti cat, dog, run. Tapi untuk anak seumuran 5-6tahun. Rasanya tetap terasa susah yah rasanya tuk bisa membaca.

Untuk test menulis, calon murid dilihat kemampuannya dalam menulis huruf2 serta angka mulai dari 1-20.

Selain membaca dan menulis juga ada test matematik, seperti penambahan dan pengurangan. Disini, sebenernya/sepertinya tidak diharuskan calon murid benar2 menguasai matematika. Karena Nadine hanya bisa menjawab 1+1 dan 2+2. Pas ditanya yg lain2, apalagi pengurangan, Nadine selalu bilang i don’t know ..

Hehehe .. entah alhamdulillah tapi ujung2nya diterima.

Setelah test, gurunya mendatangi aku. Dia bilang, it’s OK, no problem with mathematic, i think Nadine is clever.

Huah … rasanya pengen tepuk2 dan lompat2 pas denger itu. Ibu mana coba yang ga GeEr anaknya dibilang pinter 😀 ..

Well … selamat anakku sayang. Semoga menjadi anak yg rajin dan pintar disekolah yah sayaaaang 🙂 Mama loves you a lot!!!

Sekolah di Doha, Qatar

Nadine Mohamed Ateya, PeRjaLanaN HiDuP, QataR, sekolah Qatar

Mencari sekolah adalah sebuah dilemma bagi orang tua. Tidak mudah menurutku untuk menentukan sekolah yang tepat untuk buah hati. Semua orang tua pastinya ingin bisa menitipkan anak2nya di sekolah2 terbaik yang tersedia.

Untuk expatriat2 yang bermukim di Doha, mau tidak mau sekolah2 international lah incarannya. Karena tidak mungkin untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri. Sekolah negeri di Qatar hanya diperuntukan untuk tuan rumah atau anak2 expatriat yang orang tua nya bekerja di pemerintahan di Qatar

Untuk dapat masuk di sekolah2 International pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi untuk kami, yang bekerja di sebuah perusahaan yg tidak memberi fasilitas untuk sekolah anak

Biaya hidup di Qatar bisa dibilang cukup tinggi, dari mulai sewa rumah, makan, dan begitu pula dengan fees untuk sekolah. Biaya sekolah per tahunnya, untuk KG dan primary 1-3 dimulai dr QR 18.500-QR45.000 per tahunnya. Dengan rate US$ 1=  QR 3,6.

Hitung sendiri yaaah. Hehehe. Aku ga mau di rate ke Rupiah, karena nominalnya jadi menakutkan :D. itupun belum termasuk buku2, seragam sekolah dan antar jemput

Sejauh ini, hanya 3 sekolah yang kena dihati. Tidak hanya harganya yg sesuai budget, tetapi juga sistemnya yang menjanjikan

 1The Cambridge School Doha

http://cisgqatar.com

Sekolah ini  incaran kami paling utama, karena Cambridge dan ijazah2nya sudah tidak diragukan lagi. Akan sangat berguna jika kami suatu saat harus pindah ke negara lain, selain itu juga karena sekolah ini menyediakan sekolah khusus untuk perempuan. Berhubung dengan banyaknya expatriate dari berbagai penjuru, kami lebih senang dan merasa aman, jika anak perempuan kami bisa sekolah dilingkungan yang hanya dari jenisnya

2Al Arqam Academy Doha

http://alarqamacademy.com

Sekolah ini juga sama dengan Cambridge school. Karena ujian2 nya serta ijazah nya juga di keluarkan dan terakreditasi dari Cambridge International Examinations (CIE) . Kelebihannya dari Cambridge school, sekolah ini juga menggalakkan pendidikan Islam kepada murid2nya. Tahfidz Qur’an juga menjadi kurikulum di sekolah ini.

3Compas International School Doha

http://cisdoha.org

Sekolah ini juga sama dengan kedua sekolah diatas, yaitu terakreditasi oleh Cambridge International Examination (CIE).

Semua sekolah di Doha mewajibkan placement test sebelum menerima murid.  Dengan biaya test minimal QR 400 (Untuk Cambridge School). Jadi saat2 hunting sekolah, para orang tua harus siap2 merogoh kocek, untuk biaya2 test masuk.

Sebenarnya masih banyak international school lain. Seperti American School doha. Yang school fee nya membuat mata ku melotot … hehehe .. mending ke amrik sekalian deh, drpd nyekolahin anak disitu.

Tapi yah …. Keputusan ditangan masing2 😀

Untuk yang mau hijrah ke Qatar, jangan lupa dipastikan dulu dgn perusahaan tempat bekerja. Apakah mendapat tunjangan pendidikan untuk anak? Karena kalau tidak, apalagi yg mempunyai anak lebih satu. Siap2 gigit jari. Karena bisa saja gaji nyangkul anda hanya habis untuk biaya sekolah anak