Mencintai Waktu Yang Tak Berpihak

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, seRba seRbi, Uncategorized

Setiap orang akan selalu merasa lelah ketika sedang berada dalam sebuah penantian. Penantian yang entah akan membawa kemana. Selangkah lebih dekat, atau justru menjauh dari hal-hal yang dianggap membahagiakan.

20161209_074820

Setiap kita adalah sebuah kepergian. Setiap kita adalah sebuah kehilangan. Kepergian dari kisah yang tercampakkan, entah diri ini yang mencampakkan atau orang lain yang membuangnya begitu saja.

Semua dari kita pasti membenci sebuah perpisahan, namun sering lupa ketika dengan senang hati membuka tangan untuk sebuah pertemuan. Pertemuan yang sebenarnya adalah pijakan pertama yang membawa kita lebih dekat dengan sebuah perpisahan.

Apa iya sebenarnya tugas kita adalah hanya menanti? Menanti kepulangan seseorang dari berpergian. Kepulangan yang belum tentu akan menetap, kepulangan yang seringnya hanya sekedar singgah.

Sucikanlah nama Tuhan Yang Paling Tinggi, hidup sudah dalam hitungan dan dalam kehendakNya. Kita dihidupkan sudah dalam genggaman tanganNya.. Dan sudah dalam rotasi yg berporos dalam kekuasaanNya.
Renung.
30.10.2017

 

 

Advertisements

01.10.2017

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, seRba seRbi

20170325_173617

Mencintai itu tak salah, karena cinta itu tak pernah salah. Yang salah adalah ketika kita memaksakan seseorang tuk tetap tinggal.

Aku berhak berusaha, tapi kamu juga berhak bahagia. Karena sejak dulu, bahagiamu selalu kuperjuangkan. Dan aku tak kan kuasa menuntut janji yang pernah terucap olehmu.

Terkadang takdir tak sependapat dengan cinta yang telah singgah. Takdir lebih berkuasa dari cinta yang telah tumbuh dan dirawat dengan sedemikian rupa. Walau mengalah bukan berarti menyerah akan keadaan, akan tetapi aku benar-benar menyerah dengan Takdir Yang Maha Kuasa.

Tak apa kini kembali timpang. Dengan beban di pundak yang biasanya sedikit ringan saat ada hadirmu. Namun aku percaya hidup ini berjalan dengan takdir-Nya, ikhtiar dan doa adalah bagian dari takdir itu sendiri, ia ada dan berjalan dengan sendirinya. Jika tak ada sebutir zarahpun dapat bergerak kecuali atas ijin-Nya. Dan tak ada seorangpun yang dapat memalingkan hati seseorang kecuali atas ijin-Nya. Maka sesungguhnya manusia tiada daya dan upaya kecuali atas ijin-Nya. 

Aku bukan yang terpilih, bahkan aku tak dapat memilih yang telah dipilihkan, karena sekuat apapun kemauan takkan bisa menembus dinding ketentuan.

Keabadian

Uncategorized

Semua makhluk di bumi pasti pernah merasa kehilangan. Pernah juga merasa kebahagiaan yang membuncah seolah hati timbul bermacam warna bunga. Dan pasti juga pernah merasakan pedih yang rasanya tak tertahankan.

SEDIH , lalu TAWA, lantas MENANGIS, kemudian datang berita BAHAGIA, dan tiba-tiba ada peristiwa PILU, begitu seterusnya ………. Apalagi jika bicara perasaan. Dari benci jadi cinta, dari cinta bisa menjadi murka. Semua akan pergi dan ditinggalkan.

Life Cycle .. Hukum Kekekalan Rabbana teruji positif, bahwa tak ada yang kekal kecuali ALLAH. Dan semua yang ada di sisi-Nya.

20170107_113535

Yang namanya hidup itu yah perubahan. Lantas, apakah kita masih mau diperdaya oleh kebahagiaan dan kesedihan yang bersifat duniawi? Karena setiap orang pernah bersedih dan kesedihan itupun sama sekali tidak kekal. Sebagaimana kebahagiaan pun tidak kekal di dunia. Sebagaimana tangis kita kemarin. Barangkali hari ini telah berubah menjadi tawa. Dan tawa kita hari ini pun barangkali akan berubah menjadi tangis di hari esok.

Masih mau menangis karena tidak mendapatkan dunia yang dicita-citakan?

Atau masih mau sombong karena sudah mendapatkan dunia yang dicita-citakan?

Bandung 29.09.2017

 

 

Hidup bukan memilih, tetapi bertahan pada pilihan.

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, Uncategorized

Pilihan sesungguhnya bukan pilihan yang kita cipta sendiri, Ingat Allah sudah mencatatkan segalanya sebelum Ruh bertemu Jasad.

Cara manusia memandang hidup adalah pilihan masing-masing. Contoh ketika saya memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Sebuah keberhasilan atau kegagalan dalam cinta itu adalah Takdir, tapi mau terluka selamanya atau mengobati dengan cinta lagi adalah pilihan. Bahkan ketika saya menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih gagah, lebih kaya daripada dia dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

20161216_150836

Kembali berbicara mengenai bertahan pada pilihan, tidak semua orang sanggup setia dan bertahan pada pilihannya. Orang yang berani memilih pastilah orang yang ber-Komitmen, karena ia selalu lahir dari sebuah pilihan bukan karena keadaaan.

Saya rasa seorang insan yang pandai berkomitmen ialah orang yang memiliki tingkat intelegesia ruhaniah yang tinggi. Manusia berkarakter yang mampu memanusiakan dirinya dengan pilihannya sendiri, dan mampu memeliharanya sedemikian rupa.

Jiwa seorang Pemenang.

Pilihlah apa yang berbisik di nurani. Karena tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, jika tak percaya … kembali ke kalimat pembuka 🙂

Harap Kabut & Semu

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, Uncategorized

Kehadiran dan senyum yang pernah ada mengisi hari. Kini hilang dan musnah. Bersama kepergianku yang kamu paksa. Membawa serta cinta dan setia bersama kepergianku. Berikut luka, duri dan air mata. Maafkan atas keterbatasan dan ketidak-sempurnaanku. Yang membuatku menjadi seorang pengecut.

20170102_102728

Dan membuat hati ini terluka (lagi).

Kesalahan terbesar dari orang sepertiku adalah mencintai. Karena seperti katamu, (dengan bahasa halusnya) aku pelacur orang yang Tak Pantas untuk dicintai.  Pergilah jika dirimu menginginkan. Terbang dan kepakkan sayap kekarmu. Tak perlu lagi diingat semua luka, yang terlalu pahit untuk dikenang. Biarkan aku menjadi kenangan burukmu.

Aku tidak akan membungkus pahit itu dengan penyesalan. Walau semua harap  ternyata hanya sebatas mimpi dan andai. Dan janji hanya sebatas pendengaran telinga. Setidaknya aku sadar dan tau diri, tak seharusnya aku mencintaimu sedalam itu.

Semoga dirimu puas, yang dengan kesombongan telah membuat hatiku mati bahkan tanpa Harga Diri. Biarkan dunia berubah kelam dan langit bersekam sendu, ada bagian yang menyisakan bahwa kamu adalah tetap kamu di dalam hatiku.

Berprasangka baiklah kepada rencanaNya.
Tiada sakit yang tak bisa terobati, tiada duka yang abadi.

(Draft I – Pro – Apr – 2017)