Pedofil

CuRHat, Uncategorized

Mengerikan sekali membaca berita akhir-akhir ini mengenai sekawanan Pedofil. Bukan hanya sekawanan lagi, bahkan sudah menjadi sindikat yang mendunia. Seperti yang sedang viral mengenai Jaringan pedofil Official Loli Candy’s Group. Ya Allah lindungilah anakku dari orang-orang itu.

Sebelum berita ini menguak, saya sempat heran ketika melihat info Stat di blog, dengan search term gadis kelas 4 sd tercantik, anak sd cantik banget, foto anak sd yang cewek. Ya Allah … apa itu ada hubungannya dengan para sindikat pedofil itu? Sebegitu niatnya mereka sampai mencari lewat informasi-informasi dari blog-blog pribadi.

Ini SIAGA 1

23-03-2017 12-47-27

Dengan keadaan seperti ini, sudah layaknya kita yang bersosial media ini sesedikit mungkin menuangkan hal-hal yang bersifat pribadi. Kunci semua akun-akun media sosial yang bersifat pribadi. Jangan pernah accept pertemanan jika tidak benar-benar kenal dengan baik. Juga selalu menanamkan kepada anak kewaspadaaan ancaman laki-laki pedofil di lingkungannya.

Semoga Allah menlindungi keluarga kita. Aamiin

Advertisements

Jinak

Uncategorized

Sadar atau tidak disadari, atau mungkin bahkan banyak yang terbawa arus. Hidup di tengah manusia-manusia milenial itu rasanya jauh dari kata EMPATI. Tumbuh manusia-manusia muda yang rasanya jauh dari afektif dan kognitif. Entah budaya cuek yang sudah menjalar, atau Nalar dan Hati mereka memang tidak berkembang sesuai perkembangan usianya.

Memiliki bawahan Alenial (Anak Milenial), adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Terlebih Alenial itu masih tergolong Ababil. Yang parah lagi jika punya bawahan yang sudah bukan tergolong Ababil alias Abege Tua tapi belum juga sampai di titik stabil. Alamaaaak … paniang kapalo ambo. 

Sebelumnya di tempat yang dulu, saya pernah sedikit gagal, atau lebih tepatnya membutuhkan waktu yang cukup lama memasang jaring. Agar si Abege Tua Labil yang sempat berkata kasar dan menunjukkan jarinya ke wajah saya berhasil saya sekap masuk ke dalam jaring. Beranjak dari situ, saya berpikir .. Bagaimana sih caranya menancapkan bendera ‘PENGARUH’ dengan lebih cepat?

Come to Mama, Baby …

2b80435c-0c5e-4332-a093-77aaa21fa369_169

Saya sangat memahami, kesenjangan kognitif yang menjadi pemicunya. Tetapi tanpa kecerdasan emosional, hal itu sulit dikembangkan. Karenanya saya selalu mengawalinya dengan membangun hubungan emosional dengan bawahan. Emosionalnya bukan yang bergenit-genit manja yah. Bahaya itu nanti..!!!

Suasana komunikasi yang harmonis menjadi salah satu kewajiban moral yang harus dihadirkan setiap harinya. Dengan diberi apresiasi dan antusiasme, mereka akan merasa dipercaya dan dihargai. *walaupun terkadang ini hanya sebatas rancangan strategi saya saja :D* Yang nantinya tanpa mereka sadari, rangsangan motivasi kerja dan profesionalisme telah terbangun dengan sangat baik. Setelah jinak, baru deh enak nyuruh-nyuruhnya. Just do it, because I say so .. Siap Bu, Siap Komandan … Hahaha.

Noktah

Uncategorized

Dinding sebagai saksi bisu yang menyilahkan punggung tersandar. Begini rupa rasanya bertahan. Cekat menggema pada empat penjurunya. Gigil, terasa begitu membekukan.
Heningnya serupa dengan dendang lagu kematian. Seperti itu berlalunya hariku, hampir selalu.

kampung-daun

Tak ada paksa, aku menjadi pandai melaluinya dengan cita. Bukti menyerah pada takdir yang kuasa.

Begitu caraku memilah kisah, yang entah kepada siapakah aku harus merangkai sejarah.

Ini realitanya … dari sayatan dimensi kehidupan nyata, dari genangan bah air mata, dari derita yang tak pantas dijadikan prosa. Nurani bermain, menikmati yang sesungguhnya adalah kenikmatan yang hakiki. Cahaya dari atas cahaya nur baiti. Sebuah pilihan yang tak dapat dipilih dan tak bisa terulang.
Bukan, detik ini maut bukan jawaban. Bukan pula seonggok kayu yang Ia ombangkan. Aku adalah kapal yang sedang berlayar, untuk biduk sampai ke tujuan. Bukan kah benar begitu Tuhan?

Akan tiba semilir harum hutan pinus berbaur semerbak melati. Laksana aroma cinta bertabur lembut. Tiada lagi lara yang terhirup dengan nafas tersengal, dimana luka tak lagi terasa pilu. Aku akan meniti lengkung bianglala pada horizon bumantara. Meniti garis edar pesona sang Maha yang tak akan pernah pudar.

Karena aku tau, tak ada satu pun harapan yang kan luruh sia-sia.

 

Begini Caraku

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP, Uncategorized

abi

Ketika lisan tak bisa berkata biarkan hati yang menyentuh. Akan terlalu banyak abjad merangkai kata. Yang berbulir menjadi kalimat demi kalimat. Lantas berhamburan begitu saja layaknya serpihan debu.

Wajar jika jiwa berpeluh rindu, walau lebih sering tetap kosong dalam genggaman. Biar hanya sukma yang menjelejah di sisi ruang batinmu. Rindu itu bukan hanya ilusi. Tak nyata, namun akan mengusik dan menggema ke penjuru ruang. Bergulir mengisi keretakan pada dinding-dindingnya.

Biarlah hitam, biarlah putih, biarkan pelangi tetap menghiasi cakrawala dan biarkan pula bintang tetap berkawan bulan.  Aku tak akan paksa semu seketika menjadi nyata.

Karena Ada akan tetap Ada.

Dan aku tak akan pernah menyesal telah dilahirkan mengenalmu.

 

 

 

Mencintai Orang Yang Salah

CuRHat, PeRjaLanaN HiDuP

Widih lebay judulnya …

mencintai-karena-allah

Pernah mencintai seseorang di saat yang tidak tepat?  Atau mencintai orang yang tidak sepatutnya dicintai? Atau kesal dengan si Cupid yang seenaknya menancapkan busurnya? Dan atau pernah muak dengan peribahasa cinta tak selalu memiliki? Apanya toh yang mau dimiliki? Kan kita semua sudah tau, semua yang ada di dunia ini adalah mutlak milik Allah.

Woles aja keleus …

Selow sodara – sodara .. Yang namanya sedang diberi ruh oleh sang pencipta di dunia ini. Dan dibekali oleh seonggok daging yang dinamakan Hati. Yang dimana Hati itu outputnya adalah Perasaan. Jadi kenapa kita harus menampik datangnya sebuah Perasaan?

Bukankah tidak ada satu kejadian pun di dunia ini tanpa izin Allah? Termasuk itu tadi … urusan cinta – mencintai.

Jika di-analogikan menjadi rumus mungkin akan seperti ini:

Perasaan Cinta = ∑Hati + Takdir

Arti kata Cinta itu amat sangat multi tafsir. Tergantung dimaknai dari perspektive mana. Misal cinta pada orang yang salah. Kata ‘salah’ itu sendiri saja sudah multi tafsir. Siapa yang salah? Mengapa salah? Apa salah nya orang yang dicintai? Kok jadi orang yang salah? Lantas apa salahnya yang mencintai? Jika salah, memang ada Undang – Undangnya?

UU mengenai “Tindak Pidana Mencintai Orang Yang Salah”

Oh come on … Hellooowww …

Mungkin jika berbicara mengenai cinta pada orang yang salah adalah bicara mengenai Keikhlasan Cinta. Sebentuk cinta tanpa ekspektasi. Simple nya, cinta yang hanya memberi dan tak harap kembali. Walau sulit menjadi seperti sang surya menyinari dunia, saya rasa itu lah bentuk konkret keikhlasan cinta. *mungkin lebih mudah nyanyiinnya di Smule*

So jika sang surya saja mampu menyinari dunia dan hujan mampu menyejukkan dunia tanpa mengharap apa-apa dari penduduk dunia, berarti apa?

Apakah kita bisa menarik kesimpulan dari kalimat mencintai orang yang salah?

Jika cinta adalah rasa, dan rasa timbul dari hati. Sedangkan hati adalah dari dan untuk Allah. Maka kesimpulannya adalah segala bentuk cinta di dunia ini adalah perwujudan dari Allah. Dan ingat, Hati adalah dari Allah dan untuk Allah.

Cintailah segala sesuatu karena Allah. Karena rasa tidak pernah salah.